November 23, 2017
Breaking News
Home » Liga Italia » Faktor Liga Champions Yang Buat Buffon Belum Ingin Pensiun
Faktor Liga Champions Yang Buat Buffon Belum Ingin Pensiun

Faktor Liga Champions Yang Buat Buffon Belum Ingin Pensiun

Judi Bola – Di usia yang sudah 39 tahun, Gianluigi Buffon masih belum menunjukkan tanda akan berhenti bermain. Kiper Juventus itu mengiyakan terobsesi dengan Liga Champions.

Buffon belum menunjukkan akan gantung sarung tangan dan pensiun dari sepakbola profesional, meski futuristik berulang tahun ke-39 pada Januari lalu. Dia masih jadi andalan di bawah mistar gawang Juve dan juga tim nasional Italia.

[BACA JUGA]: Tanggal 27 April Jadi Hari Pertemuan Dua Raksasa Manchester

Akhir pekan kemarin, Buffon mengukir rekor kala Juventus menang 1-0 atas Sampdoria, Minggu (19/3/2017). Dia kini tercatat sudah tampil selama 39.711 menit dan menjadi pemain dengan durasi penampilan terlama di Bianconeri.

Belum ada tanda-tanda Buffon akan berhenti, yang sebelumnya bahkan dikabarkan masih ingin bermain sampai setelah Piala Dunia 2018. Salah satu yang memberikannya dorongan besar adalah trofi Liga Champions yang belum diraihnya hingga kini.

“Selama bertahun-tahun saya sudah memikirkan apa yang mendorong untuk terus bermain. Pertarungan di dalam diri ini memberikan motivasi lebih kuat. Kalau saya sudah memenangi Liga Champions, saya bakal sudah kosong. Pemikiran akan itu mendorong saya,” kata Buffon kepada Kicker dikutip Football Italia.

Tapi Buffon tak menampik tekanan sebagai kiper selalu berat. Sebagai pengawal terakhir gawang tim, satu kesalahan saja bisa amat memukul mental.

[BACA JUGA]: Real Madrid, Barcelona Dan Bayern Munich Masuk Rencana Griezmann

“Seorang kiper pastilah merupakan seorang masokis. Sebagai sebuah peran, itu bisa disamakan dengan peran wasit. Dia punya kuasa untuk memerintah, tapi cuma bisa kebobolan, tak bisa bikin gol, dan harus menanggung cercaan secara konstan,” ujarnya.

“Para psikolog harus mempelajari ini, karena sangat kontradiksi. Bagi saya, melakukan sebuah kesalahan itu adalah sebuah guncangan. Perlu berhari-hari untuk pulih. Saya iri pada mereka yang tak melakukan kesalahan lebih banyak, bagi mereka guncangannya tidak terlalu besar,” demikian Buffon.

(raw/fem)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*