October 19, 2017
Breaking News
Home » Liga Italia » Li Yonghong di Balik Belanja Besar AC Milan Musim Ini
Li Yonghong di Balik Belanja Besar AC Milan Musim Ini

Li Yonghong di Balik Belanja Besar AC Milan Musim Ini





Jakarta – AC Milan (akhirnya) bisa belanja jor-joran di bursa transfer musim panas ini setelah resmi diakuisisi investor asal China bernama Li Yonghong. Siapa dia sebenarnya?

Milan tercatat sudah menghabiskan dana sekitar sekitar 200 juta euro di bursa transfer kali ini. Ada 10 pemain didatangkan, termasuk nama besar seperti Leonardo Bonucci. Selain itu Milan juga sukses memastikan Gianluigi Donnarumma memperpanjang kontraknya.

Aktivitas transfer ‘menggila’ Milan terjadi di awal kepemilikan bos barunya. Li Yonghong adalah bos modis klub asal kota Mode itu menggantikan Silvo Berlusconi yang jadi bos di klub tersebut selama sekitar 30 tahun.

Li lewat perusahaannya, Rossoneri Investor Olah tubuh Investment Lux, mengakuisisi Milan dari Fininvest yang dipimpin Silvio Berlusconi pada April lalu. Seluruh saham klub sebesar 99,93% dibeli Li dengan nilai mencapai 740 juta euro atau sekitar Rp 10,4 triliun.

Dirangkum detikSport dari beragam sumber, Li merupakan pebisnis asal China yang bergerak di sektor tambang dan peti kemas. Berdasarkan laporan Il Sole-24 Ore, harta kekayaannya mencapai 550 juta euro.

Namun bisnis utama pria berusia 47 tahun itu adalah real estate. Ia punya saham sebesar 28 persen di New China Building, pusat perbelanjaan terbesar di Shisanhang, China.

Li tak termasuk dalam daftar 400 orang paling kaya di Cina yang dirilis Forbes. Tapi dia bersama konsorsium yang dipimpin mendapatkan pinjaman modal dari sebuah firma pengelola investasi bernama Elliott.

Untuk menjalankan klub sebesar Milan, Li dibantu Marco Fassone (CEO), dan direksi lainnya seperti Lu Bo, Roberto Cappelli, David Han Li, Marco Patuano, Xu Renshuo, Paolo Scaroni.

Misi Li di Milan tentu selain berbisnis juga ingin mengembalikan kejayaan klub. Diavolo Rosso dalam beberapa tahun terakhir tak berdaya di Italia. Milan terakhir kali memenangi Serie A pada musim 2011, dan trofi terakhir yang didapatkan cuma Supercoppa Italia musim lalu.

Li pun di awal perkenalannya sebagai pemilik modis, berkata ingin mengembalikan hegemoni klub. Kini ia memulainya, dengan menggelontorkan dana ratusan juta euro untuk membangun skuat megah di San Siro.

Kedatangan Li di San Siro disebut-sebut mengingatkan banyak Milanisti dengan kejadian momen Berlusconi membeli klub tersebut di 1986. Bersama pasukan bintang yang dibuatnya ketika itu, Milan diantar menjadi penguasa Italia dan bahkan Eropa.

Bagaimana kali ini?

(din/cas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*