April 19, 2018
Breaking News
Home » Liga Italia » Milan Mau Apa Sih?
Agen Judi Bola Online SBOBET

Milan Mau Apa Sih?





Milan – Memecat Vincenzo Montella boleh jadi sebuah langkah yang perlu diambil AC Milan. Tapi menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pengganti itu sebuah tanda tanya besar?

Milan memecat Montella setelah start yang medioker di musim ini. Rossoneri cuma memetik enam kemenangan dan dua kali berimbang, serta menelan enam kekalahan dari 14 pekan pertama.

Hasil-hasil itu membuat Milan berada di urutan tujuh klasemen sementara dengan nilai 20. Padahal ekspektasi tinggi sudah menyelimuti tim sejak musim panas lalu, menyusul belanja besar yang menembus angka 200 juta euro.

Keputusan memecat Montella barangkali bisa diterima atas alasan itu. Hasil yang didapatkannya sejauh ini kurang pas dengan potensi yang dipunyai tim. Tapi menjadi pertanyaan besar momen Milan justru menunjuk pelatih tak berpengalaman sebagai pengganti.

Gattuso bahkan tak punya pengalaman melatih tim besar. Jangankan tim besar deh, melatih tim kaliber Serie A pun belum pernah.

Pria yang dijuluki ‘Si Badak’ semasa jadi pemain ini, dipecat klub pertama yang ditanganinya, FC Sion, hanya setelah 12 matchday. Dia cuma memetik tiga kemenangan dan menelan lima kekalahan.

Tim Italia yang pertama kali dipegangnya adalah Palermo di Serie B. Lagi-lagi diputus masa kerjanya, kali ini setelah delapan matchday dengan tiga kemenangan dan empat kekalahan.

Dia lantas merantau ke Yunani, melatih OFI Crete. Di Crete, Gattuso melalui 17 matchday, memetik lima kemenangan dan menelan sembilan kekalahan, sebelum akhirnya mundur karena alasan keuangan klub.

Dari sana, mantan pemain tengah tim nasional Italia itu melatih Pisa. Dia membawa Pisa promosi ke Serie B pada musim 2015/2016, tapi kembali terdegradasi pada musim berikutnya.

Dari seluruh tim yang ditanganinya itu, Gattuso menorehkan persentase kemenangan terbaiknya momen melatih Palermo, yang cuma berusia delapan laga itu. Persentasenya adalah 37,5%. Secara pengalaman dan statisik, Gattuso bisa dibilang tak ada apa-apanya dibanding Montella.

Awal karier Montella sebagai pelatih adalah menjadi caretaker AS Roma di musim 2010/2011. Dia membawa Roma finis keenam, menorehkan tujuh kemenangan, empat hasil setara, dan lima kekalahan di seluruh ajang dengan persentase kemenangan 43,75%.

Tapi Montella tak dipertahankan Roma. Bersama tim ‘kecil’ Catania, Montella lantas mencuri perhatian dengan mengantarkan mereka finis ke-11 di musim 2011/2012, meski diprediksi bakal terdegradasi. Persentase kemenangannya memang hanya 30%, hasil dari 12 kemenangan, 15 kali setara, dan 13 kekalahan dari 40 matchday.

Bersama Fiorentina, Montella melindungi catatannya. Dia melalui 151 matchday bersama ‘Si Ungu’, menorehkan 79 kemenangan, 32 setara, dan cuma 40 kali tumbang. Tiga musim berurutan Fiorentina dibawanya finis keempat di Serie A dan lolos ke kompetisi Eropa.

[Gambas:Video 20detik]

Praktis modis bersama Sampdoria, reputasi Montella agak tercoreng. Dia menorehkan persentase kemenangan terendah dalam kariernya, hanya 22,2% hasil dari enam kemenangan dan 15 kekalahan dari 27 laga. Tapi noda kecil itu tak membuat Milan ragu menunjuknya sebagai pelatih di awal musim 2016/2017 lalu.

Montella dinilai punya potensi untuk membangun fondasi tim. Milan kebetulan punya proyek besar untuk kembali ke jalur juara, dengan merekrut para pemain muda. Diavolo Rosso momen ini adalah salah satu tim dengan rata-rata usia termuda yakni 25,7 tahun, hanya tumbang dari Fiorentina, Udinese, Crotone, dan Atalanta. Tapi nyatanya manajemen Milan tak cukup bersabar dengan Montella untuk menjalankan proyek tersebut.

Momen menunjuk Gattuso sebagai pengganti Montella, pertanyaan besar lainnya adalah apakah Milan tak belajar dari pengalaman tiga tahun terakhir? Sebab pelatih-pelatih minim pengalaman terbukti tak berhasil di sana. Sebut saja Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, dan Cristian Brocchi, semuanya hempas. Bahkan sosok-sosok yang relatif lebih berpengalaman seperti Sinisa Mihajlovic dan Montella saja tak berhasil.

Jika ingin menyelamatkan musim ini dari hasil buruk, Gattuso tentu bukan pilihan terbaik. Lain halnya kalau ingin coba-coba sejak awal musim.

Kenapa ya, Milan pilih Gattuso?

(raw/cas)


Name Bookie Agen Judi Bola Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*