November 23, 2017
Breaking News
Home » Liga Italia » Tentang Periode Seret Gol Paulo Dybala

Tentang Periode Seret Gol Paulo Dybala





Turin – Paulo Dybala mengawali musim ini dengan luar biasa. Beda dengan momen ini karena striker Juventus itu sekarang sedang melewati sebuah periode seret gol.

Kemenangan Juventus atas Benevento di ajang Serie A menjadi laga terakhir dalam periode seret gol Dybala tersebut. Dua gol Bianconeri, dalam kemenangan 2-1, dicetak oleh Gonzalo Higuain dan Juan Cuadrado.

Artinya, Dybala sudah tidak mencetak gol dalam tiga matchday terakhir Juventus. Bahkan dari sembilan matchday terakhirnya, cuma satu gol yang berhasil ia cetak (dalam kemenangan 4-1 atas SPAL). Jumlah gol Dybala di periode seret ini pun masih ant menang banyak dari dua assist yang ia buat (rival Udinese dalam kemenangan 6-2 dan rival Milan dalam kemenangan 2-0).

Produktivitas Dybala momen ini kontras sekali dengan yang ia perlihatkan di awal musim bersama klubnya. Ketika itu Dybala mampu mencetak 12 gol dalam delapan matchday, dimulai dari sepasang gol momen Juventus ant menang dari Lazio di Piala Super Italia. Pada periode subur tersebut, dua kali pula Dybala tercatat mampu membuat trigol dalam sebuah laga.

Kubu Juventus sendiri, seperti dikatakan Giuseppe Marotta selaku manajer umum, sejauh ini tampak masih dapat memberi toleransi. Ada masa-masanya seorang pesepakbola tidak akrab dengan gol dan periode itu merupakan proses lazim dari perkembangan pemain.

“Harus diingat bahwa Dybala bahkan belum genap 24 tahun. Ia mutakhir akan 24 tahun pada 15 November dan wajar saja pemain sekaliber dirinya akan mencapai usia kematangan pada umur 26 atau 27 tahun,” kata Marotta kepada Domenica Sportiva yang dikutip Football Italia.

“Kami senantiasa mengharapkan hal-hal luar biasa darinya karena kami terbiasa mendapatkan hal itu darinya. Jadi ketika ia bermain biasa saja seperti hari ini, dengan sepantasnya dapat ponten enam (dari 10), tiba-tiba ia jadi seperti dapat nilai empat atau lima. Kita harus sabar untuk menunggunya. Yang dapat kami katakan dengan pasti adalah ia punya bakat besar.”

“Untuk menjadi seorang pemain juara butuh waktu. Itu bisa dilakukan setelah Anda mencapai konsistensi hasil, permainan, dan penampilan. Kejadian ini usianya masih 23 tahun dan dia mulai diberi tanggung jawab besar momen sudah 1-1,5 tahun membela. Semua orang menuntut hal luar biasa darinya, tapi ini butuh kesabaran,” tuturnya.

(krs/cas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*