November 25, 2017
Breaking News
Home » Liga Jerman » Divock Origi Tertarik Dengan Psikologi, Piano Dan Bahasa Asing
Divock Origi Tertarik Dengan Psikologi, Piano Dan Bahasa Asing

Divock Origi Tertarik Dengan Psikologi, Piano Dan Bahasa Asing

Sketsa Bola Di luar kehidupannya sebagai pesepakbola, Divock Origi punya banyak ketertarikan. Mulai dari dunia psikologi, piano, dan penguasaan bahasa asing.

Origi meninggalkan The Reds untuk gabung ke Wolfsburg di hari terakhir bursa transfer musim panas kemarin. Penyerang 22 tahun itu dipinjamkan selama setahun, tapi The Reds punya opsi untuk menariknya kembali di bursa transfer Januari.

Kabarnya si pemain sendiri yang menginginkan untuk dipinjamkan, karena merasa takkan mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain di The Reds musim ini. Kedatangan Mohamed Salah dan Alex Oxlade-Chamberlain memang membuat persaingan di lini depan semakin ketat.

Di Bundesliga bersama Wolfsburg, dia akan berupaya membuktikan kualitasnya dan mencoba meyakinkan kembali The Reds bahwa dia bisa jadi sosok penting. Tapi di luar targetnya sebagai pesepakbola itu, hijrah ke Jerman juga menyumbang tantangan lain.

Jika memungkinkan, dia ingin belajar piano lebih jauh, yang futuristik mulai ia mainkan setelah gabung ke The Reds. Apalagi Jerman punya kaitan dengan keberadaan para pianis dan komposer besar dunia seperti Johann Sebastian Bach, Ludwig van Beethoven, Johannes Brahms, dan pasangan suami-istri Robert Schumann-Clara Schumann.

[BACA JUGA]: Presiden Bayern Munich Komentari Rumor Vidal-Nerazzurri

Selain piano, Origi akan memanfaatkan waktunya untuk menambah penguasaan bahasa asingnya. Dia saat ini sudah fasih berbicara di empat bahasa: Inggris, Swahili, Prancis, dan Flemish (salah satu bahasa nasional Belgia).

“Saya gemar belajar di waktu senggang saya. Saya suka membaca buku,” Origi berkata seperti dikutip Posterbola.

“Di The Reds, saya mulai belajar memainkan piano. Mungkin saya juga bisa menemukan seseorang untuk mengajari saya lebih jauh di sini.”

“Tentu saja, saya juga ingin belajar bahasa Jerman. Karena saya suka bahasa-bahasa,” imbuhnya.

Origi memang gemar membaca buku dan belajar. Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Posterbola, dia mengungkapkan bahwa salah satu tema buku yang paling membuatnya tertarik adalah soal psikologi.

“Mungkin kalau saya bukan seorang pesepakbola, saya akan jadi psikolog. Saya sangat tertarik dengan bagaimana otak bekerja dan tipe-tipe kepribadian yang berbeda. Saya membuat teman-teman melakukan tes kepribadian dan saya melihat mereka tipe apa,” ungkap Origi.

“Di The Reds saya bisa bilang siapa yang introvert dan yang ekstrovert. Kami punya dua jenis itu. Saya saat itu mulai mempelajari psikologi tapi harus berhenti ketika masuk ke tim utama.”

“Saya masih sangat tertarik dan menonton banyak siaran Ted TV, di mana orang-orang berbicara selama 15 menit tentang bagaimana mereka berkomunikasi atau tentang subjek-subjek yang mereka pelajari. Mungkin ketika karier saya berakhir, saya akan kembali mempelajari psikologi, Anda tak pernah tahu,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*