November 21, 2017
Breaking News
Home » Liga Spanyol » Ranieri Menjadi Pelatih Terbaik 2016 Setelah Kalahkan Zidane dan Santos
Ranieri Menjadi Pelatih Terbaik 2016 Setelah Kalahkan Zidane dan Santos

Ranieri Menjadi Pelatih Terbaik 2016 Setelah Kalahkan Zidane dan Santos

SKETSABOLA – Manajer Leicester City, Claudio Ranieri dinobatkan sebagai pemenang penghargaan pelatih terbaik FIFA untuk 2016. Itu tak terlepas dari perannya yang membawa The Foxes secara mengejutkan menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015–2016.

Ranieri sukses mengalahkan pesaingnya, yakni pelatih Real Madrid Zinedine Zidane dan arsitek timnas Portugal Fernando Santos untuk penghargaan tersebut. Ini menjadi pencapaian hebat untuk pelatih berusia 65 tahun itu.

“Ini adalah malam yang fantastis bagi saya, berada di sini dengan banyak legenda dan sekarang untuk memenangkan penghargaan ini, saya merasa ‘gila’ sekarang, sangat gila, terima kasih banyak untuk yang memberikan suara bagi saya,” kata Ranieri selepas mendapat penghargaan.

“Saya ingin berterima kasih keluarga saya, istri saya, agen saya, dan pemain saya. Tanpa mereka sulit bagi manajer untuk memenangi sesuatu dan juga fan kami,” lanjutnya.

“Saya pikir apa yang terjadi di Inggris musim lalu itu menakjubkan, sesuatu yang aneh. Tuhan dari sepak bola mengatakan: ‘Leicester harus menang’,” pungkasnya.

Tiga nama yang menjadi finalis pelatih terbaik FIFA dipilih beradasarkan gelar yang mereka raih bersama tim. Zidane baru menjadi pelatih Madrid pada Januari tahun lalu, tetapi telah menikmati gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub serta rekor tak terkalahkan sejauh ini yang berjumlah 39 pertandingan.

Sedangkan, Santos berhasil memandu Portugal meraih piala internasional pertama mereka di ajang Piala Eropa 2016, di mana mereka mengalahkan tuan rumah Prancis di final.

Untuk pelatih wanita terbaik jatuh ke tangan Silvia Neid. Wanita berusia 52 tahun itu memimpin Jerman untuk emas Olimpiade di Rio 2016 sebelum mundur dari posisi tersebut untuk bekerja di Asosiasi Sepak bola Jerman (DFB). Ini menjadi gelar ketiga baginya, sebelumnya pada 2010 dan 2013.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*